Meraih Mimpi Studi di Okinawa untuk Mempelajari Genetika Laut

by: Eko Hardianto, S.Pi., M.Si., M.Sc

Saya merupakan lulusan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang pada program studi Managemen Sumberdaya Perairan (MSP). Setelah dinyatakan lulus sarjana pada Oktober 2015, saya mendaftar ke Magister Ilmu Kelautan (MIK) di Univeersitas Diponegoro Semarang. Pada waktu itu dibuka pula pendaftaran Double Degree Program (DDP) di mana MIK bekerja sama dengan universitas di Perancis dan universitas di Jepang. Informasi tentang MIK saya dapat dari alumni MIK yang telah bekerja menjadi Dosen di Universitas Brawijaya bahwa di MIK undip memiliki program Double Degree (DDP) yang memungkinkan kita untuk belajar selama 1 tahun di Indonesia dan 1,5 tahun di Jepang atau 1 tahun di Perancis. Saya sangat tertarik dan bersemangat untuk mengumpulkan persyaratan yang dibutuhkan dan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru. Akhirnya, saya resmi menjadi mahasiswa MIK pada Agustus 2016.

Seleksi mahasiswa yang akan berangkat ke Jepang pun dilakukan enam bulan kemudian (Februari 2017) dan saya berhasil mendapatkan LoA pada bulan April 2017. Untuk lolos program DDP beberapa persyaratan harus kita penuhi, selain kita harus membuat proposal penelitian yang sesuai dengan penelitian Professor yang kita tuju di Jepang juga ada sesi wawancara dan beberapa persyaratan lainnya. Namun hal itu tidak membuat semangat saya surut. Dengan doa dan usaha Alhamdulillah saya dapat melaluinya. Saya berangkat ke Jepang pada Oktober 2017 dan melanjutkan sisa masa perkuliahan di University of the Ryukyus (UR), Okinawa selama 1.5 tahun. Pembelajaran di UR lebih berfokus pada aktivitas laboratorium dimana setiap hari aktif perkuliahan kita wajib datang ke laboraorium dan melakukan research. Setiap satu minggu sekali dilakukan meeting evaluation progress untuk mengetahui perkembangan kita selama seminggu kebelakan dan perencanaan kita selama seminggu kedepan. Hal tersebut membuat kita lebih matang dalam melakukan penelitian dan perencanaan penelitian. Meskipun begitu perkuliahan juga dilakukan dimana selama di UR total saya mengambil 4 mata kuliah yang menunjang penelitian saya. Di University of the Ryukyus Saya bergabung dengan Faculty of Science, Chemistry, Biology and Marine Science Department dan penelitian saya di bawah bimbingan dari Associate Prof. Hideyuki Imai. Di Imai laboratory memiliki bidang penelitian tentang Genetic population structure  dari organisme laut.

Pengalaman luar biasa lainnya yang saya dapatkan adalah ketika mengikuti beberapa International Conference di Jepang. Pada acara tersebut kita dapat banyak belajar dan juga berdiskusi dengan para peneliti lain dari luar negeri, hal tersebut sangat bermaanfat untuk menambah keilmuan kita. Pengalaman belajar diluar negeri bukan hanya melulu tentang belajar, pendidikan dan penelitian. Namun juga mengenal budaya dari negara lain. Jepang merupakan negara yang sangat menjunjung tinggi kebudayaannya. Di UR memiliki program pengenalan budaya jepang untuk mahasiswa Asing yang sangat menarik dan Saya bergabung pada program tersebut. Melalui program tersebut saya dapat mengunjungi berbagai kota bersejarah di Jepang seperti Kyoto, Osaka, Nara dan Shiga. Hal tersebut merupakan salah satu pengalaman terbaik saya di sana.

Saya menyelesaikan master di Okinawa pada Maret 2019, Dari DDP MIK saya bisa mewujudkan salah satu mimpi saya untuk belajar di Jepang dan ilmu yang saya dapatkan mengantarkan saya mengalami pengalaman-pengalaman luar biasa. Saya sangat berterimakasih pada berbagai pihak yang telah mendukung saya terutama pada dosen-dosen dan pengelola MIK Undip atas bantuanya dalam berbagai macam hal. MIK Undip memilikihubungan yang baik dengan banyak Universitas diluar negeri. Semoga hal tersebut dapat dikembangkan lebih baik lagi dan menjadi sarana untuk memajukan Indonesia.

Menjelajah Jepang hingga ke Amerika berkat MIK

Desy Wulan Triningsih, S.Si., M.Si., M.Sc

Setelah dinyatakan lulus sebagai S. Si pada Juni 2013 dari jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro, saya mendaftar ke Magister Ilmu Kelautan (MIK) di universitas yang sama. Pada waktu itu dibuka pula pendaftaran Double Degree Program (DDP) di mana MIK bekerja sama dengan beberapa universitas di Perancis dan satu universitas di Jepang. Program ini juga menawarkan Beasiswa Unggulan (BU) dari Kementrian Pendidikan Nasional pada waktu itu. Ketika saya menemui Ketua MIK waktu itu, Dr. Ita Widowati, DEA, beliau menekankan kalau kesempatan diterima sebagai mahisiswa DDP Jepang sangat tinggi karena yang mendaftar DDP baru satu orang, padahal kuotanya empat orang. Saya sangat tertarik dan bersemangat untuk mengumpulkan persyaratan yang dibutuhkan dan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru. Akhirnya, saya resmi menjadi mahasiswa MIK pada Agustus 2013. Perkuliahan di MIK sangat menyenangkan karena mahasiswa banyak melakukan presentasi baik individu atau kelompok dan menggunakan Bahasa Inggris, beberapa materi mata kuliah juga disampaikan dengan Bahasa Inggris. Hal ini dapat dijadikan sebagai latihan sebelum saya presentasi dalam rangka seleksi untuk berangkat ke Jepang dan membiasakan mengikuti perkuliahan di Jepang.

Seleksi mahasiswa yang akan berangkat ke Jepang pun dilakukan enam bulan kemudian (Februari 2014) dan saya mendapatkan LoA sebulan kemudian. Saya berangkat ke Jepang pada September 2014 dan melanjutkan sisa masa perkuliahan di the University of the Ryukyus, Okinawa selama 1.5 tahun. Perkuliahan di Ryukyus sebagian besar mengharuskan mahasiswa untuk presentasi tentang topik yang diberikan oleh dosen pengampu dan ujian akhirnya adalah mengumpulkan resume jurnal yang berkaitan dengan mata kuliah yang diikuti dan penelitian yang diambil. Saya dapat mengikuti perkuliahan ini dengan baik karena sudah terbiasa di ketika mengikuti perkuliahan di MIK.

Saya bergabung dengan Chemistry, Biology and Marine Science Department dan penelitian saya di bawah bimbingan Prof. Junichi Tanaka. Di sini materi penelitiannya adalah organisme laut, sebagaimana kita tahu bahwa laut mempunyai megabiodiversitas yang berpotensi besar dimanfaatkan oleh manusia seperti untuk dijadikan obat. Tema penelitian saya adalah eksplorasi bahan bioaktif yang berasal dari organisme laut kemudian menentukan struktur kimia senyawa aktif yang murni. Hal ini tentu tidak mudah bagi saya karena berbeda jauh dengan background saya sebelumnya. Namun, sebelum berangkat saya bergabung dengan kelas tambahan yaitu NMR Study yang diadakan seminggu sekali oleh Dr. Agus Trianto. Kelas ini ditujukan bagi mahasiswa yang tema penelitiannya berkaitan dengan penentuan struktur kimia dengan menggunakan metode spektroskopi seperti Nuclear Magnetic Resonance (NMR). Melalui kelas ini saya mendapat gambaran tentang metode penelitian yang akan saya lakukan meskipun masih banyak lagi yang harus saya pelajari selama penelitian.

Saya menyelesaikan master di Okinawa pada Maret 2016, kemudian mengikuti ujian master di Indonesia pada April 2016 dan wisuda pada Agustus 2016. Setelah itu saya menjadi asisten penelitian di Laboratorium Marine Natural Product yang diketuai oleh Dr. Agus Trianto yang juga salah satu dosen MIK. Penelitian ini berfokus pada pencarian bahan aktif dari mikroorganisme simbion organisme laut seperti spons dan karang. Saya juga menjadi salah satu co-author dari beberapa jurnal yang telah diterbitkan dari hasil penelitian. Selain itu, beberapa kali saya berkesempatan mengikuti pelatihan atau seminar internasional  untuk mempresentasikan hasil penelitian. Dalam seminar internasional saya bertemu dengan Prof. Yasuhiro Igarashi dari Biotechnology Research Center (BRC), Toyama Prefectural University (TPU). Beliau mempunyai proyek penelitian tentang senyawa baru dari mikroorganisme dan sedang mencari mahasiswa S3 untuk terlibat dalam penelitian tersebut. Sebelum bertatap muka langsung, saya sudah berkomunikasi lewat email karena dikenalkan oleh teman saya Mada Triandala Sibero, S. Pi, M. Si (sekarang adalah dosen IK Undip) yang lebih dulu penelitian di BRC. Kemudian saya mendaftar menjadi mahasiswa S3 di TPU dengan beasiswa Monbukagakusho/ Monbusho/ MEXT dan dinyatakan lolos seleksi pada Juli 2018. Upacara penerimaan mahasiswa baru di TPU akan diadakan pada akhir September 2018. Sebelum berangkat, sejak Juli 2018 saya diberi kesempatan untuk bergabung dengan penelitian yang diketuai oleh Prof. Ocky Karna Radjasa yang bekerja sama dengan  University of California Santa Cruz (UCSC), USA. Bersama dengan seorang mahasiswa S1 IK Undip saya melakukan penelitian di UCSC dari Agustus-September 2018. Akhirnya, setelah mengurus visa dan berkas yang diperlukan, pada pertengahan Oktober 2018 saya berangkat ke TPU.

Dari DDP MIK saya bisa mewujudkan keinginan saya untuk kuliah di Jepang dan ilmu yang saya dapatkan mengantarkan saya mengalami pengalaman-pengalaman luar biasa yang tidak terduga. Hal ini juga tidak terlepas dari peran dosen-dosen yang aktif terlibat dalam penelitian dan mempunyai koneksi yang kuat dan luas dengan beberapa institusi di dalam maupun di luar negeri. Semoga program ini dipertahankan dan dikembangkan, sehingga akan ada cerita-cerita yang lebih bagus dari cerita ini.

Desy Wulan Triningsih

Alumni MIK angkatan 2013,

Mahasiswa D1, Toyama Prefectural University, Toyama, Japan

PENGALAMAN KULIAH DI OKINAWA, JEPANG (DDP Program UNDIP-University of the Ryukyus 2015-2017)

Okinawa merupakan salah satu perfecture yang ada di Jepang yang merupakan daerah kepulauan tropis yang masih dipengaruhi oleh iklim sub tropis. Daerah yang nyaman dan aman untuk tinggal, masyarakat yang ramah, budaya dan keindahan alam yang menarik minat wisatawan untuk berkunjung menjadi nilai lebih saat kami belajar di University of the Ryukyus. Ryudai daigaku yang kerap disingkat dengan Ryudai merupakan salah satu perguruan tinggi negeri yang ada di Jepang dan salah satu tempat yang tepat untuk belajar Ilmu Kelautan.

Sistem pendidikannya sendiri sangat berbeda dengan Indonesia. Keuntungan belajar di luar negeri diantaranya:

  1. Kita akan di hadapkan dengan permasalahan yang lebih kompleks dibandingkan saat kita belajar di dalam negeri. Hal ini dapat menjadi wadah dalam pembentukan karakter, dan mengasah kemampuan kita dalam menyelesaikan masalah, lebih mandiri dan kreatif.
  2. Kita di hadapkan dengan bahasa yang berbeda, bagaimana kita berupaya untuk membuat komunikasi yang baik dengan supervisor, lab mamber, sesama international student, serta berinteraksi dengan masyarakat lokal. Kendala karena perbedaan budaya terkadang bisa menimbulkan kesalahpahaman namun kita bisa saling memahami satu sama lainnya.
  3. Sistem pembelajaran yang berbeda, dimana aktivitas pembelajaran lebih banyak di lakukan dalam bentuk penelitian. Kuliah di sini berlangsung sekitar 2-3 kali pertemuan dalam seminggu selebihnya adalah doing research. Sarana dan prasarana sangat mendukung untuk kegiatan pembelajaran. Pemilihan mata kuliah bisa dilakukan lintas departemen selama itu menunjang penelitian kita maka sah-sah saja. Setiap minggunya akan ada seminar dan progress report dimana kita dapat berdiskusi mengenai kemajuan dan permasalahan penelitian yang kita alami selama seminggu terakhir dan harapannya kita dapat mendapatkan solusi.
  4. Di kampus banyak diadakan seminar-seminar yang dapat kita ikuti for free meskipun itu lintas bidang, hal ini dapat membuka wawasan kita dan bisa memberikan inspirasi untuk kita.
  5. Menjalani itu semua mungkin tidak mudah, tapi selama kita punya tekat dan kemauan yang kuat untuk belajar, tekun dan pantang menyerah hasil kerja keras kita pasti akan membawa hasil yang indah.

Semoga bermanfaat.

Salam hormat

-AF-